Tampilkan postingan dengan label Rachma Putri Rahayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rachma Putri Rahayu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Komentar blog - RACHMA PUTRI RAHAYU


Rachma Putri Rahayu (2115091874)

Komentar terbaru:
            Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, reproduksi yang saudara Hilda buat secara keseluruhan sudah berkiblat kepada teori resensi Gorys Keraf. Namun masih terdapat ketidaksempurnaan diantaranya: pemaparan teori mengenai resensi terlalu banyak, terdapat sekitar lima paragraf dari sembilan paragraf yang saudara tulis. Padahal bila ingin mencari titik singgung mengenai teori resensi dan resensi Dongeng Zaman Pancaroba" Karya Bonnie Triyana dan Arif Zulkifli tidak perlu sepanjang itu menejelaskan mengenai teorinya. Pemaparan Hilda mengenai kekurangan dan kelebihan tidak disebutkan secara rinci, anda hanya menyebutkan peresensi lebih banyak menampilkan keunggulan dan kelemahannya (paragraf ke delapan). Pengembangan mengenai komentar isi buku/jalan cerita sudah dipaparkan dengan cukup baik.
            Saya rasa, teknik penulisan belum cukup baik, seperti pada paragraf 2 hanya terdapat satu kalimat. Bila begitu sebaiknya kalimat tersebut menyatu saja kepada paragraf satu karena ide kalimat pada paragraf 2 masih mengacu pada paragraf 1. Hal tersebut berulang di paragraf 9, disana hanya terdapat satu kalimat dan ide kalimatnya masih lanjutan dari paragraf 8. Juga di paragraf 7 hanya terdapat dua kalimat. Kevariatifan juga kurang, di paragraf ke 8, anda memakai kata ‘kemudian’ dan ‘selain itu’ dua kali padahal di paragraf 7 juga anda sudah menggunakan kata ‘kemudian’. Sesungguhnya bisa saja anda memakai kata lain yang sama makna agar tulisan anda terlihat bervariasi.
            Masih di paragraf 8, kalimat pertama terlalu panjang dan menjadi kurang efektif, kalimatnya yakni ‘Resensi ini dimulai dengan mengisahkan sosok Dharsana,seorang perwira Polisi berpangkat Komisaris Besar yang memiliki kekuasaan dengan gaya hidup perlente dan doyan perempuan, ia menceritakan pernikahan keduanya dengan seorang janda beranak satu bernama intan.’

Rachma Putri Rahayu – 2115091874

                Menurut saya, resensi yang saudara Hilda baik. Beliau menulis resensi dengan berpegang pada teori Gorys Keraf yaitu terdapat latar belakang, macam dan jenis buku serta kekurangan dan kelemahan buku. Konten isi resensi baik terbukti penjelasan mengenai tema, ringkasan, kekurangan dan kelebihan buku dijelaskan dengan terstruktur oleh saudara Hilda. Namun sayang pada beberapa bagian tulisan, antara mind map dan pengembangan masih tidak koheren. Contoh pada mind map (bagian nilai buku) saudara Hilda menuliskan ‘buku ini kurang menyajikan ilustrasi-ilustrasi yang mendukung kelengkapan teori’ tetapi hal tersebut tidak ia cantumkan dalam pengembangan. Lalu pada mind map (teknik penulisan) saudara Hilda menuliskan ‘dilihat dari segi filosofi warna cover yang digunakan yaitu hijau, member kesan sejuk kepada pembaca agar tidak bosan’ sedangakan dipengembangan ia hanya menuliskan ‘Dilihat dari segi fisik, tampilan buku Tes Bahasa di mulai dari cover menarik..’tetapi tidak menyebutkan filosofi warna yang sebelumnya beliau tuliskan pada mind mapnya. Ketidakkoherenan itu terlihat lagi pada bagian perbandingan dengan buku lain. Dalam pengembangan, beliau mencantumkan perbandingan buku tes bahasa dengan buku Dasar-dasar Evaluasi yang ditulis oleh Suharsimi Arikunto sedangkan di mind map saudara Hilda tidak mencantumkan informasi tersebut.
            Secara teknis, kelengkapan dan kepadanan paragraf cukup baik terlihat dari pengungkapan gagasan yang lengkap pada setiap paragraf. Namun penggunaan kata yang sama masih sering digunakan seperti pada paragraf satu, saudara Hilda menggunakan kata ‘untuk itu’ berulang kali. Hal ini menyebabkan ketidakvariatifan diksi.

Rachma Putri Rahayu – 2115091874
            Menurut saya, sistematika  jurnal yang saudara Hilda tersebut kurang berpijak kepada teori, karena beliau menyebutkan pendahuluan, kerangka berpikir, hasil dan pembahasan dan kesimpulan. Itu lebih kepada sistematika skripsi. Karena menurut Ali Saukah, jurnal (artikel penelitian) sistematiknya pendahuluan, metode, hasil bahasan, simpulan dan saran, daftar rujukan.
            Secara konten isi dan sistematika penulisan baik. Pengembangan berpegang kepada mind map. Namun isi abstrak terlalu banyak.

LAPORAN BUKU – HILDA
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
           
            Menurut saya, laporan buku yang saudara Hilda buat cukup baik. Hal tersebut terbukti dari isi laporan yang beliau tuliskan dengan jelas dan tidak bertele-tele. Sistematika penulisan juga baik, yaitu judul, pendahuluan, isi laporan, serta kesimpulan dan saran. Walaupun sebenarnya tidak ada aturan khusus yang perlu diikuti sebagai persyaratan formal dalam penulisan laporan buku.
                Pengembangan isi cukup baik karena isi buku diperinci bab per bab. Namun sayang, identitas buku tidak saudara Hilda tuliskan dalam bentuk essai. Teknis penulisan terdapat kalimat yang terlalu panjang sehingga ide dalam kalimat menjadi kabur pada paragraf delapan, yaitu “Seorang guru yang baik akan memerhatikan segala bentuk masalah yang ditimbulkan dalam situasi belajar, untuk itu seorang guru harus peka dan melakukan pendegaham dalam mengatur pengelolaan kelas, meliputi aspek kondisi dan situasi belajar mengajar, disiplin dan tata tertib, administrasi yang didukung oleh beberapa pendekatan pengelolaan kelas menurut pendapat ahli.”

ARTIKEL ILMIAH - HILDA
Rachma Putri Rahayu – 211509
            Menurut saya, artikel yang dibuat Saudara Hilda cukup baik. Namun sayang pemakaian teori tersebut pad isi artikel malah mengaburkan argumen karena terkesan isinya adalah teori semua. Setelah menjelaskan teori, saudara Hilda tidak menuliskan ide yang beliau ingin sampaikan. Contoh pada bagian pengertian pembangunan politik Saudara Hilda hanya menyebutkan teori “Menurut Pye, dimensi persamaan (equality) dalam pembangunan politik berkaitan dengan Masalah partisipasi dan keterlibatan rakyat dalam Kegiatan-kegiatan politik, baik yang dimobilisir secara demokratis maupun totaliter.” Beliau tidak mengaitkan teori dengan fenomena yang diangkat.
            Mind map yang dibuat tidak menyebutkan ide-ide yang akan ditulis pada setiap judul bagian, ia hanya menuliskan pengertian pembangunan politik, peran bahasa dalam proses demokras, dan kesimpulan. Tidak dijelaskan lagi apa yang akan ia tulis. Walau pun begitu, pengembangan yang dibuat sudah baik.


Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, reproduksi yang saudara Ismah buat secara keseluruhan sudah berkiblat kepada teori resensi Gorys Keraf. Namun masih terdapat ketidaksempurnaan diantaranya: ketidaksistematisan penjabarann isi, seperti dalam paragraf 2. Anda menyatakan ‘Resensator menyampaikan ringkasan mengenai Hotel Pro Deo dengan lengkap. Hal itu dapat membuat pembaca mengetahui gambaran umum mengenai isi cerita ......’ Namun tidak dijabarkan lengkap yang dimaksud itu lengkap yang bagaimana. Anda malah menjabarkannya pada paragraf 4, mulai dari plot yang bercabang, subplot yang mengisahkan berbagai peristiwa
             Saudara Ismah mengomentari kelebihan resensi terlalu banyak (silahkan baca paragraf 4) sedangkan kekurangannya tidak dikomentari. Selain itu, di bagian nilai buku yang terdapat di paragraf terakhir anda hanya menyatakan ‘Resensi Dongeng Zaman Pancaroba karya Bonnie Triyana telah disebutkan kelebihan, kekurangan buku, tujuan penulisan novel, serta pendapat resensator mengenai novel yang diresensi’ seharusnya anda bisa lebih lagi merincinya lagi.

Rachma Putri Rahayu – 2115091874

                Menurut saya, resensi yang saudara Ismah baik. Beliau menulis resensi dengan berpegang pada teori  Gorys Keraf yaitu terdapat latar belakang, macam dan jenis buku serta kekurangan dan kelemahan buku. Konten isi resensi baik terbukti dari penjabaran yang baik menunjukkan bahwa saudara Ismah menguasai isi buku. Saudara Ismah cukup baik memanfaatkan mind map terbukti dari pengembangannya sudah sesuai dengan mind map yang beliau buat. Namun sayang, organisasi pengembangan ide masih  terlompat-lompat seperti pada paragraf satu, beliau langsung memaparkan alasan penulis buku kemudian di paragraf dua menjelaskan tema buku. Bagi orang yang membaca, mungkin akan sedikit kaget dengan “ketiba-tibaan” tersebut.
                Secara teknis, saudara isma kurang memperhatikan syarat paragraf, diantaranya kesatuan dan kesepadanan. Contoh dalam paragraf lima “Tes Bahasa: Pegangan Bagi Pengajar sangat memudahkan dalam penyusunan tes. Contoh-contoh dari masinng-masing sub bab dalam buku ini lebih memberi gambaran kepada pembaca, sehingga pembaca lebih memahami isi buku”. Masih di paragraf lima, saudara Isma menempatkan tanda koma (,) sebelum karena yang kurang tepat pada kalimat “Bahasa yang digunakan oleh penulispun dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, karena penulis menggunakan bahasa formal.” Dan juga pada kalimat “Tatanan huruf, jarak antar sisi-sisi buku membuat pembaca tidak cepat bosan, karena penggunaan huruf yang sesuai dan jarak sisi buku yang tidak terlalu sempit.”


ISMA- LAPORAN BUKU
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
                Menurut saya, laporan buku yang saudara Ismah buat cukup baik. Hal tersebut terbukti dari isi laporan yang beliau tuliskan dengan jelas dan tidak bertele-tele. Sistematika penulisan juga baik, yaitu judul, pendahuluan, isi laporan, serta kesimpulan dan saran. Walaupun sebenarnya tidak ada aturan khusus yang perlu diikuti sebagai persyaratan formal dalam penulisan laporan buku.
                Isi pengembangan juga sudah menyesuaikan dengan mind map yang telah dibuat. Saudara Ismah merinci bab per bab buku. Serta menulis esaikan identitias buku. Namun sayang, saudara Ismah terlalu banyak menggunakan frase ‘buku ini’.

ISMA - JURNAL PENELITIAN
Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, sistematika  jurnal yang saudara Ismah sudah berpijak kepada teori karena beliau menuliskan pendahuluan, metode penrlitian, data serta hasil dan pembahasan. Namun sayang saudara Ismah sepertinya lupa untuk membuat abstrak padahal abstrak dalam jurnal penelitian penting untuk mengetahui penelitian seperti apakah yang disajiakan peneliti.
            Konten isi baik, mind map dimaksimalkan dalam membuat pengembangan.  Kekoherensian antar paragraf juga baik.

ISMA – ARTIKEL JURNAL
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
           
                 Menurut saya, artikel ilmiah yang Saudara Ismah buat sudah cukup baik. Pengambangan dan mind map sesuai. Namun sayang antara judul dan isi yang dipaparkan beliau kurang berhubungan. Saudara Ismah mengangkat judul “Jigsaw Salah Satu Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Menyenangkan Bagi Siswa SMP” namun hal ‘menyenangkan’ kurang terlihat. Hal itu terbukti dari pemaparan pada bagian judul ‘Metode Jigsaw Bagian dari Strategi Cooperative Learning, Dapat Meningkatkan Jiwa Sosial Siswa’ pada bagian tersebut Saudara Ismah berfokus mengenai kerja sama dan keterampilan sosial. Padahal konsep antara ‘menyenangkan’ dan ‘kerja sama dan keterampilan’ berbeda. Kerja sama dan keterampilan belum tentu menyenangkan. Lalu pada judul Saudara Ismah menyebutkan ‘Jigsaw ...... Bagi Siswa SMP’ dalam pengembangannya ia sama sekali tidak menyinggung pembelajaran siswa SMP pada khusunya, ia memaparkan pembelajaran kepada siswa saja.
     Dilihat dari teknis penulisan, paragraf dan kalimat baik. Terdapat kepaduan antar paragraf. Namun sayang, saudara Ismah tidak mencantumkan daftar pustaka pada artikel yang beliau buat padahal hal tersebut sangat penting.

Kamis, 29 Desember 2011

ARTIKEL JURNAL ILMIAH - RACHMA PUTRI RAHAYU - Guru dan Pembelajaran Inovatif

MIND MAP ARTIKEL JURNAL ILMIAH





Guru dan Pembelajaran Inovatif

 Pendahuluan
            Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan interaksi antara siswa dan Guru. Keberhasilan kegiatan ini ditentukan oleh bagaimana partisipasi siswa di dalam mengikuti serangkaian proses tersebut. Semakin aktif siswa dalam mengambil bagian kegiatan interaksi, semakin tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, Guru perlu mengusahakan suatu strategi proses belajar yang mengarah kepada partisipasi siswa sebanyak-banyaknya.
            Namun dewasa ini, masih banyak Guru yang tidak memerdulikan interaksi. Guru cenderung masih “betah” dengan pengajaran konvensional, yaitu Guru menjelaskan di depan kelas dan anak murid hanya diam mendengarkan. Padahal kompetensi profesional dan perubahan kurikulum menuntut para guru untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas mengajarnya. Guru harus mampu membenamkan konsep keilmuan di ingatan siswa secara mendalam, membekas, dan dibawa siswa sampai kapan pun. Inspirasi siswa berkembang dengan kreatif dan inovatif karena didasari oleh konsep yang diterima oleh guru.

 Pembelajaran Inofatif
            Inovatif (innovative) yang berarti new ideas or techniques, merupakan kata sifat dari inovasi (innovation) yang berarti pembaharuan, juga berasal dari kata kerja innovate yang berarti make change atau introduce new thing (ideas or techniques) in oerder to make progress[1]. Jadi pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang mengarah kepada pembaharuan kegiatan belajar mengajar sehingga tujuan belajar tercapai secara maksimal. Pembaharuan ini perlu disadari dengan sendirinya oleh guru bahwa ia ingin berubah untuk hal yang lebih baik dan berusaha bekerja profesional.
            Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student center atau pembelajaran yang menekankan kemandirian siswa. Guru hanya sebagai fasilitator yang bertugas membantu siswa menciptakan situasi dan kondisi yang baik sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. Berikut beberapa model pembelajaran inovatif [2]:         
a.      Metode Diskusi Kelompok
Diskusi dalam proses pembelajaran menurut (Suryosubroto, 2002, 179) adalah suatu cara penyajian bahan di mana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.
b.      Model Pembelajaran Simulasi
Teknik simulasi digunakan dalam semua sistem pengajaran, terutama dalam desain instruksional yang berorientasi pada tujuan-tujuan tingkah laku. Latihan-latihan keterampilan menuntut praktik yang dilaksanakan di dalam situasi kehidupan nyata.
c.       Metode Ceramah
Metode ceramah biasanya digunakan sebagai pengantar.
d.      Metode Konseptual
Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
e.      Meode Kooperatif
Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dan bertukar informasi dengan sesama siswa dalam tugas terstruktur.
Tentunya model pembelajaran di atas tidak dapat dipakai untuk setiap standar kompetensi yang ada. Guru harus pandai dalam meracik model dengan tuntutan kompetensi yang ingin dicapai.

 Guru dan Pembelajaran
            Dalam studi Basic Education Quality (EPP, 1992) ditemukan bahwa guru yang bermutu ditentukan oleh empat faktor utama: (1) kemampuan profesional; (2) upaya profesional; (3) waktu yang tercurah untuk kegiatan profesional; (4) akuntabilitas [3]. Upaya profesional seorang guru berkaitan keterampilan mengajar. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas guru dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan pendekatan, media, metode, dan sistem penilaian.
 Guru perlu berusaha mencari model-model yang relevan agar kegiatan belajar mengajar berjalan secara efektif sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan. Memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan guru dan perlu mendapat perhatian. Relevansi memiliki daya tarik bagi siswa akan menjadi motivasi tersendiri bagi kegiatan belajar siswa. Karena itu, penggunaan model pembelajaran hendaknya dipilih secara cermat. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan agar siswa benar-benar dapat menarik dan membuat siswa aktif. Selain itu, materi pembelajaran yang dipilih dari berbagai sumber akan menjadikan kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Kesimpulan
            Inovasi dalam pembelajaran sangat diperlukan. Selain sebagai tuntutan profesi keguruan juga agar pembalajaran di kelas mengalami pembaharuan sehingga tujuan kompetensi tercapai. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan untuk memandu proses belajar secara efektif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan pada bidang studi hendaknya dikemas koheren dengan hakikat pendidikan materi pembelajaran.

Daftar Pustaka
Meilanie Sri Martini. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Taniredja, Tukiran dkk. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung. Cv. Alfabeta.




[2] Taniredja, Tukiran dkk, Model-model Pembelajaran Inovatif, (Bandung: Cv. Alfabeta, 2011), hlm.2.               
[3] Sri Martini Meilanie, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Universitas Negeri Jakarta, 2009), hlm. 62.

JURNAL ILMIAH - RACHMA PUTRI RAHAYU - Pengaruh Strategi Practice Rehearsal Pairs Terhadap Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan Siswa Kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat Karya Uswatun Khasanah

Mind Map Jurnal Skripsi
Pengaruh Strategi Practice Rehearsal Pairs Terhadap
Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan Siswa Kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat Karya Uswatun Khasanah





Pengaruh Strategi Practice Rehearsal Pairs Terhadap
Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan Siswa Kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat
Karya Uswatun Khasanah

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi practice rehearsal pairs terhadap kemampuan menulis laporan pengamatan siswa kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan fokus strategi pembelajaran practice rehearsal pairs dan objek kemampuan menulis laporan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis, thitung lebih besar daripada ttabel, berarti Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh strategi practice rehearsal pairs terhadap kemampuan menulis laporan pengamatan siswa kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat
        


1.   Pendahuluan
Latar Belakang
         Menulis merupakan kemampuan berbahasa, selain menyimak, berbicara dan membaca. Melalui menulis, kita dapat berkomunikasi dengan orang lain secara tidak langsung, yakni antara penulis dan pembaca. Selain itu, dapat pula mengeksperesikan berbagai perasaan, ide, gagasan, melalui menulis. Secara tersirat, dengan menulis akan membantu menginformasikan suatu hal atau masalah kepada orang lain.
         Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa SMP adalah kemampuan menulis laporan. Berdasarkan kompetensi yang harus dicapai, pembelajaran menulis laporan terbagi menjadi dua jenis, yaitu laporan perjalanan dan laporan pengamatan.
         Standar kompetensi yang berkaitan dengan menulis laporan adalah menggunakan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. Kompetensi dasarnya terbagi menjadi tiga, yakni: (1) menulis dengan bahasa yang baik dan benar, (2) menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa yang baku, (3) menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat    dan menggunakan bahasa yang efektif.
          Penelitian ini mengambil jenis laporan pengamatan karena siswa masih mengalami kesulitan dalam penulisan laporan pengamatan, hal tersebut berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMPN 77 Jakarta Pusat. Penelitian ini memberi alternatif dalam pembelajaran menulis laporan pengamatan di sekolah. Sebuah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat membantu guru dalam memvariasikan strategi pembelajaran menulis kepada siswanya, khususnya menulis laporan pengamatan.
         Penelitian ini menawarkan sebuah strategi yang mampu membantu kesulitan siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis laporan pengamatan. Sebuah strategi pembelajaran yang menuntut siswa aktif dengan teman sebaya dalam mendemonstrasikan sebuah informasi secara berpasangan. Kegiatan mendemonstrasikan membuat siswa saling berbagi pikiran dan pengalaman yang berkaitan dengan suatu hal.
         Perencanaan strategi tersebut terangkum dalam strategi practice rehearsal pairs, yakni strategi pembelajaran aktif yang menuntut siswa lebih berkontribusi dalam proses belajar mengajar di kelas. Strategi yang menitikberatkan kepada aktivitas siswa dalam memperoleh pelajaran. Siswa diarahkan pada pembelajaran berupa latihan praktik berpasangan dengan teman sebayanya dalam memahami informasi tentang suatu materi melalui kegiatan demonstrasi. Diharapkan siswa mendapatkan pelajaran tidak hanya melalui guru tetapi melalui teman sebayanya.

Tujuan
         Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi practice rehearsal pairs terhadap kemampuan menulis laporan pengamatan siswa kelas VIII SMPN 77 Jakarta Pusat.

2.   Metode Penelitian
         Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dimaksudkan untuk melihat apakah kemampuan menulis laporan pengamatan siswa dengan menggunakan strategi practice rehearsal pairs dengan siswa yang tidak menggunakan practice rehearsal pairs meghasilkan nilai yang bebeda. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini digambarkan desain control group pretest dan postest.
Cara Pengambilan Data
         Pengambilan data dilaksanakan di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pemberian perlakuan dengan menggunakan strategi practice rehearsal pairs pada kelas eksperimen diharapkan dapat berdampak positif pada kemampuan laporan pengamatan. Kemudian data yang didapat dari hasil tes kemampuan menulis laporan pengamatan pada kelas eksperimen tersebut akan diteliti untuk dibandingkan dengan data dari kelas kontrol yang tidak menggunakan strategi practice rehearsal pairs.

3.   Hasil dan Pembahasan
         Dari hasil perhitungan data penelitian, dapat dilihat hasil menulis laporan pengamatan siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi practice rehearsal pairs lebih baik daripada siswa yang tidak diajarkan dengan strategi tersebut. Hal ini diketahui dari rentangan skor dan perhitungan nilai pretes dan postes yang diperoleh dari dua kelompok yang menjadi sampel penelitian ini.
         Rentangan nilai menulis laporan pengamatan pada kelas eksperimen saat prates antara 28-58 dan mencapai nilai rata-rata 42, sedangkan rentangan nilai menulis laporan pengamatan saat postes antara 58-91 dan mencapai nilai rata-rata 75,67. Berdasarkan nilai rata-rata pada prates dan postes, kelas eksperimen mengalami kenaikan nilai sebesar 33,83 angka sedangkan kelas kontrol mengalami kenaikan sebesar 19,63 angka.
         Dapat dikatakan bahwa hasil belajar menulis laporan pengamatan siswa pada kelas eksperimen sudah baik. mereka telah dapat menulis laporan pengamatan dengan beberapa kriteria yang sudah ditentukan. Siswa kelas eksperimen umumnya mampu menuliskan laporan pengamatan dengan baik dan cukup mampu memperkaya tulisan dengan sumber data yang lebih banyak dibandingkan saat pretes. Hal ini menunjukkan telah ada perkembangan pada kemampuan siswa dalam menulis laporan pengamatan. 

LAPORAN BUKU - RACHMA PUTRI RAHAYU Drama Karya Dalam Dua Dimensi: Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis


MIND MAP LAPORAN BUKU





Drama Karya Dalam Dua Dimensi: Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis

            Drama Karya Dalam Dua Dimensi: Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis merupakan buku yang ditulis  Prof. Dr. Hasanuddin WS., M.Hum. Buku yang diterbitkan di Bandung oleh Penerbit Angkasa ini menjawab ketiadaan sebuah informasi mengenai drama berdimensi ganda, yaitu sebagai karya sastra dan sebagai karya seni pertunjukan. Kebanyakan buku yang beredar menitikberatkan pembicaraan drama sebagai seni pementasan saja. Mulanya buku yang terbit tahun 2009 ini merupakan bahan dan pengalaman Hassanuddin dalam membina pembelajaran mata kajian drama di FBSS Universitas Negeri Malang serta beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Barat. Namun sekarang buku tersebut sudah beredar luas di pasaran sebagai  sumber referensi imu sastra, umumnya, dan mata kuliah yang berkaitan dengan drama, khususnya, di jenjang pendidikan tinggi.
            Kupasan diawali dengan bahasan Hakikat Drama dan Teater pada bab 1, berisi perbedaan drama dan teater yang diidentifikasi melalui pengertiaan, karateristiknya. Dilanjutkan dengan bab 2 Sejarah Drama dan Teater yang membahas perkembangan drama dan teater di Indonesia dan di dunia Barat. Dalam bab 3, pembaca  disuguhkan Drama dalam Dimensi Sastra berisi unsur sastra dalam drama, drama dan struktur yang membentuk serta pendekatan analisis drama menggunakan pendekatan analisis sastra Abrams. Selanjutnya bab 4, penulis menyuguhkan Drama dalam Dimensi Seni Pertunjukan. Bab ini merupakan bahasan yang terakhir dalam buku karya Hasanuddin, menjelaskan mengenai pementasan sebagai penfsiran kedua, drama sebagai seni pertunjukkan dan unsur yang mendukungnya, llalu tentang penilaian drama sebagai karya seni pertunjukkan.
            Secara substansial, buku ini yang mempunyai ukuraun yang tidak terlalu besar ini memilki konten isi yang elementer. Hassanudin menyuguhkan banyak teori namun pengungkapan bahasanya mudah dimengerti dan tidak membuat pembaca ruwet. Selain itu, topik dalam buku ini dibahas secara mendalam, dan dilengkapi gambar seperti gambar bentuk panggung, gambar sketsa wajah untuk make up karakter. Hal ini membuat pembaca semakin memahami isi buku.


Selasa, 15 November 2011

RESENSRESENSI BUKU - RACHMA PUTRI RAHAYU - Tes Bahasa: Sebuah Pedoman Penilaian Bahasa

DATA BUKU
·      Judul           :  Tes Bahasa, Pegangan Bagi Pengajar Bahasa
·      Penulis        : Prof. DR. M. Soenardi Dwiwandono
·      Penerbit      : PT Indeks
·      Cetakan      : I, 2008
·      Tebal           : 260 + xiv halaman
·      ISBN            : 979-683-881-1


Tes Bahasa: Sebuah Pedoman Penilaian Bahasa
Oleh Rachma Putri Rahayu


            Prof. DR. M. Soenardi Dwiwandono menyadari saat ini kurangnya buku pegangan tentang tes  bagi para pengajar bahasa di berbagai jenjang pendidikan, yang merupakan suatu bagian penting dari pembelajaran bahasa, padahal penyelenggaraan pembelajaran bahasa berkembang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Pada kebutuhan itulah kemudian Profesor dari Universitas Negeri Malang menyusun buku Tes Bahasa. Terlihat jelas dari judulnya, buku ini mengulas mengenai tes pada umumnya dan tes bahasa pada khususnya. Kupasan diawali dengan bahasan Evaluasi Kemampuan Bahasa pada bab 1, berisi latar belakang penyelenggaraan tes bahasa menjelaskan mengenai hakekat dan kedudukan evaluasi dalam pembelajaran, tujuan dan kegunaan evaluasi kemampuan bahasa, sampai dengan sasaran evaluasi kemampuan bahasa.  Dilanjutkan dengan bab 2 Pendekatan Tes Bahasa yang membahas perkembangan ilmu bahasa dan penerapannya pembelajaran dan aplikasinya terhadap tes.
            Dalam bab 3, pembaca disuguhkan dengan Jenis Tes Secara Umum berisi pengelompokkan tes. Terbagi atas jenis tes berdasarkan cara penskoran, cara penyusunan, cara menafsirkan skor, tujuan penyelenggaraan, serta jenis tes berdasarkan fungsi dalam penyelenggaraan pembelajaran. Dilanjutkan klasifikasi tes yang lebih khusus, yaitu Jenis Tes Bahasa pada bab 4. Dibedakan atas jenis tes bahasa berdasarkan pendekatan kajian bahasa, sasaran tes, serta tes bahasa khusus. Setelah mengenalkan jenis-jenis tes, penulis melanjutkan kepada Ciri-ciri Tes yang Baik pada bab 5, mengulas mengenai hal-hal apa saja yang menjadi syarat tes baik.
            Setelah merinci mengenai tes pada bab 1 sampai bab 5, penulis memaparkan mengenai perencanaan penyusunan tes pada bab 6 Penyusunan Tes. Lalu dilanjutkan teknik memproses nilai hasil penyelenggaraan tes pada bab 7, Analisis Hasil Tes. Bab terakhir buku ini membahas penginterpretasikan hasil tes menjadi nilai akhir.
            Sebenarnya buku rujukan yang bermanfaat membantu dalam menyusun, menyelenggarakan dan memproses hasil tes yang diselenggarakan pengajar sudah banyak beredar di pasaran. Lihat saja Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan yang ditulis oleh Prof. Dr. Suharsimi Arikunto , mengusung pedoman penilaian secara teknis. Serupa dengan buku Tes Bahasa yang merupakan buku pengayaan pendidikan nonfiksi, buku Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan mengulas mengenai tes di bidang pendidikan. Pada titik inilah, kiranya buku Tes Bahasa benar-benar mengisi kekosongan akan pedoman penilaian bahasa karena selama ini buku yang beredar kebanyakan masih membahas tes secara umum dan pengaplikasian terhadap penilaian bahasanya tidak ada.
             Profesor Soenardi menyajikan materi secara sistematis, dimulai dari pengenalan teori tes kemudian dikhususkan kepada tes bahasa lalu pengaplikasian tes bahasa tersebut ke dalam penilaian. Kesistematisan itu didukung pula dengan adanya rumusan butir-butir intisari dari bab yang bersangkutan berupa Ringkasan di setiap akhir bab untuk memfasilitasi pemahaman isi dan antar hubungan hal-hal yang telah dibahas. Lalu ketersediaan Pertanyaan Untuk Diskusi, sejumlah pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan isi bab, dimaksudkan untuk memperkaya. Pengorganisasian tersebut sungguh menarik sehingga memudahkan pengguna buku memahami dan menerapkan pemahamannya.
            Secara substansial, buku berbahasa formal ini sangat edukatif dan baik bagi pengajar bahasa yang tengah menjalani profesinya, maupun mahaiswa yang tengah mempersiapkan diri atau meningkatkan kualifikasinya sebagai pengajar bahasa. Sayangnya, penulis menjelaskan materi terlalu bertele-tele sehingga sering terjadi pengulangan ide di paragraf berikutnya. Namun ukuran huruf yang tidak terlalu rapat membuat pembaca nyaman dalam membaca buku yang diterbitkan oleh PT Indeks.


Rachma Putri Rahayu-2115091874

Senin, 19 September 2011

RACHMA PUTRI RAHAYU, Komentar Resensi "Dongeng Zaman Pancaroba" Oleh Bonnie Triayana dan Arif Zulkifli

Komentar Resensi "Dongeng Zaman Pancaroba" Oleh Bonnie Triayana dan Arif Zulkifli  
RACHMA PUTRI RAHAYU     

           Resensi, mungkin masyarakat tidak asing lagi bila mendengar kata resensi. Ya! resensi, menurut Gory Keraf dalam buku Komposisi, adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai hasil karya atau buku. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Berangkat dari pengertian tersebut, Bonnie Triyana dan Alif Zulkifli dalam resensinya yang berjudul Dongeng Zaman Pancaroba berusaha memberi pertimbangan atas buku yang berjudul Hotel Pro Deo karya Remy Sylado.
           Resensi yang dibuat oleh Bonnie Triyana dan Arif Zulkifli telah cukup memenuhi kriteria sasaran-sasaran resensi Gorys Keraf.  Latar belakang yang terdiri dari penyajian ikhtisar buku dan data buku telah dipenuhi oleh peresensi. Penyajian ikhtisar atau ringkasan dari buku tersebut sangat lengkap. Peresensi merinci plot utama dan sub plot mulai dari penggambaran tokoh, alur cerita, yang dimulai dari perkenalan, konflik hingga penyelesaian secara jelas. Peresensi menyebutkan nama tokoh beserta latar belakang kehidupannya seperti tokoh Dharsana seorang perwira polisi berpangkat komisaris besar. Dengan gaya perlente, dan doyan peremupuan. Juga Intan, janda beranak satu buah perkawinan dengan Andre Marc seorang diplomat Perancis. Selain merinci hal tersebut, peresensi pun mencantumkan secara lengkap data buku mulai dari judul, penulis, penerbit, terbitan hingga halaman.
           Dalam resensi tentunya pembaca ingin mengetahui sesuatu bila ada sebuah buku baru yang diterbitkan. Mereka ingin tahu: buku itu macam apa? Bonnie Triyana dan Arif Zulkifli dalam resensinya telah menjawab pertanyaan mendasar tersebut. Beliau, secara tersurat, mengklasifikasiakan buku tersebut ke dalam buku fiksi. Hal tersebut didukung dengan penjabaran peresensi mengenai alur cerita yang terjadi di dalam buku. Selain itu, peresensi menunjukkan perbandingan novel Hotel Pro Deo dengan karya Remy Sylado lainnya yaitu Ca Bau Kan (2002) dan Kembang Jepun (2003).
           Peresensi secara sangat detil menyebutkan kelebihan yang terdapat dalam buku tersebut. Mulai dari detil isi buku, diceritakan secara cermat. Kemudian memberi kesimpualan yang baik kepada pembaca, diantaranya peresensi memuji kompleksitas cerita yang membangun buku, pencapaian penulis buku yang mengembalikan prinsip novel sebagai cerita. Gaya bahasa yang digunakan peresensi pun mudah dimengerti. Bahasa jelas dan teratur sehingga penyampaian menjadi menarik. Namun sayang, Peresensi dalam resensinya tidak mengkritisi aspek teknik, seperti penyuntingan, kesalahan teknis dalam percetakan. Padahal aspek teknik tidak kalah penting dicantumkan dalam sebuah resensi.
        Secara garis besar, resensi yang dibuat Bonnie Triyana dan Arif Zulkifli telah menyuguhkan pertimbangan yang bagi pembaca resensi untuk mengenal kualitas buku Hotel Pro Deo karya Remy Sylado.