kumpulan tugas mahasiswa JBSI FBS UNJ 2009, mata kuliah PK menulis. Dosen, Dra. Fathiaty Murtadho, M.Pd.
Tampilkan postingan dengan label Siti Lutfiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siti Lutfiah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Desember 2011
TUGAS ARTIKEL JURNAL ILMIAH SITI LUTFIAH
TUGAS LAPORAN BUKU SITI LUTFIAH
PERBAIKAN TUGAS RESENSI SITI LUTFIAH
Minggu, 20 November 2011
"RESENSI BUKU TES BAHASA" SITI LUTFIAH (2115091876)
Test Bahasa untuk Guru bahasa
Tes
bahasa adalah salah satu alat
yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang bersifat
abstrak, tidak kasat mata, tidak kongkrit, seperti kemampuan berpikir,
kemampuan mengingat, serta kemampuan berbicara atau kemampuan menulis
kemampuan-kemampuan bahasa yang lain (Soenardi Djiwono 2008: 15)
Oleh Siti Lutfiah
Tes
bahasa adalah sesuatu yang sangat penting bagi para guru bahasa, ini menjadi
acuan bagi Soenardi Djiwondono untuk mengupas masalah tes bahasa secara lebih
mendalam dan lebih khusus.
Soenardi
Djiwono menulis buku ini dipicu oleh kesadaran bahwa hingga dewasa ini belum
cukup tersedia pegangan tentang tes bahasa, yang merupakan bagian penting
dari pembelajaran bahasa yang merupakan
bagian dari kurikulum pembelajaran bahasa, termasuk pembelajaran bahasa asing,
yang kebutuhan dan penyelenggaraan pembelajaran dewasa ini masih luas dan beragam
Penulis juga berharap pengetahuan mengenai tes bahasa secara mendalam dapat
membantu tugas para pengajar, khususnya pengajar.
Menyelenggarakan
dan memproses hasil tes yang diselenggarakan sebagai bagian tak terpisahkan
dari tugas guru. Dalam tugas penyelenggaraan pembelajaran, seorang guru
profesional pada umumnya tentu saja diharapkan pertama-tama memiliki penguasaan
dan kemahiran dalam bidang kajian yang diajarkannya, serta keterampilan dalam
mempersiapkan, meramu dan menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu. Semua itu
amat perlu dilengkapi dengan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk
dapat memberikan penilaian secara adil, akurat, dan bertanggung jawab terhadap
tingkat pencapaian para pembelajar di bawah tanggung jawabnya, di samping
manfaat-manfaat lain yang dapat diperoleh dari penggunaan tes yang telah
dikembangkan, diselenggarakan, dan dikaji hasilnya secara profesional.
Maka
untuk tercapainya tujuan dan harapan-harapan tersebut dipaparkan dalam buku ini
pada bab 1 dan 2 yang berisi mengenai landasan dan latar belakang
penyelenggaraan tes bahasa dan berbagai pendekatan tes bahasa, yang menyajikan
beberapa cara memandang dan memahami bahasa yang berbeda-beda, sesuai dengan
perkembangan ilmu bahasa yang menjadi dasar dan latar belakang masing-masing
pendekatan dalam penyelenggaraan pembelajaran bahasa, dan tes bahasa yang
digunakan. Dalam bab 1 juga dijelaskan
mengenai evaluasi dari suatu tes bahasa yang terkait dengan berbagai tujuan dan
hasil pembelajaran yang ingin dicapai. Pada bab 3 dibahas secara rinci mengenai
jenis tes secara umum sebagaimana dikenal dan digunakan dalam wacana tentang
tes pada umumnya serta pada bab 4 dibahas lebih khusus mengenai jenis-jenis tes
bahasa sedangkan ciri-ciri tes yang baik dibahas pada bab5 dengan beberapa poin
mengenai hakekatnya, jenis dan cara verifikasinya yang dapat diterapkan pada
tes berbagai bidang kajian, termasuk tes bahasa. Bab 6 membahas mengenai
penyusunan tes bahasa yakni berkaitan dengan penskoran. Pada bab 7 dibahas
mengenai analisis hasil tes yang berupa nilai dan pada bab terkhir yaitu bab 8,
dibahas mengenai Interpretasi hasil tes.
Konten Isi
Kupasan
tentang berbagai masalah yang ada kaitannya dengan tes bahasa disajikan secara
lebih mendalam oleh Soernadi Djiwondono. Selain itu, buku ini dilengkapi dengan
berbagai contoh-contoh dan ulasan yang lebih lengkap termasuk rumus-rumus
penghitungan yang sering digunakan untuk mengungkap berbagai aspek dan ciri
tes.

Pada konten inilah kiranya bisa dibandingkan antara buku tes bahasa, Soenardi Djiwondono dengan buku pengayaan pengetahuan IPS dan humaniora non fiksi sejenis lainnya seperti buku evaluasi pembelajaran karangan Asep Jihad dan Abdul haris, yang terletak berbeda pada konten isi, yakni kekhususan dan kerincian mengenai tes bahasa. Kekhususan buku tes bahasa ini, menjadi alternatif bagi para pengajar maupun calon pengajar bahasa untuk mengelengkapi pengetahuan dalam bidang tes bahasa.
Buku
TES BAHASA: pegangan bagi pengajar bahasa ini merupakan pengembangan dari buku
tes bahasa dalam pengajaran oleh penulis yang sama yang diterbitkan oleh
penerbit ITB Bandung pada tahun 1996.
Terdapat banyak keunggulan dari buku tes bahasa hasil revisi ini dengan
buku tes bahasa sebelumnya, karena buku tes bahasa hasil revisi ini, memiliki
cakupan yang lebih luas tentang tes pada umumnya dan tes bahasa khusunya,
sehingga selain dapat digunakan oleh para pengajar bahasa, buku ini juga dapat
digunakan oleh pengajar dari bidang ilmu lain. Buku tes bahasa ini pun memiliki
kekurangan, yakni dari segi teknik penulisan seperti pada kepaduan kalimat dan
paragraf yang masih kurang koheren. Tapi secara keseluruhan buku ini sangat
baik dimiliki oleh semua pengajar terutama pengajar bahasa.
MIND MAP
Selasa, 20 September 2011
SITI LUTFIAH, Komentar Resensi "Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais" oleh Yohanes Krisnawan
Komentar Resensi "Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais"
oleh Yohanes Krisnawan
SITI LUTFIAH,
Meresensi adalah kegiatan selalu bersinggungan dengan ringkasan dan ikhtisar, karena di dalam suatu resensi terdapat ringkasan dan ikhtisar dari buku yang akan diresensi. Tujuan resensi adalah menyampaiakan kepada para pembaca, apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapatkan sambutan dari masyarakat atau tidak.
Dalam meresensi suatu buku perlu memerhatikan beberapa tahapan seperti dasar resensi, sasaran-sasaran resensi. Dengan memerhatikan tahapan-tahapan tersebut akan menghasilkan suatu resensi yang penilaiannya bersifat obyektif tanpa ada yang dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi.
Banyak para peresensitor yang hanya mengejar materi atau bersifat komersil saja saat ini, sehingga hasil resensi mereka banyak sekali mengungkapkan kelebihan yang tak diimbangi dengan kekurangan dari buku tersebut, dan bahkan terkadang tak menunjukan kekurang dari suatu buku sama sekali.
Dalam judul resensi “kebangsaan di mata seorang Pancasilais” yang ditulis oleh Yohanes Krisnawan, terlihat bahwa resensi tersebut hampir sesuai dengan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam suatu artikel yang baik. Seperti, pada pendahuluan dari resensi yang dimulai dengan latar belakang mengapa ia tertarik meresensi buku tersebut, meskipun tersirat dan hanya tergambarkan dari kekagumannya pada tokoh Bung Karno dalam pidato-pidatonya yang bersifat pancasilais meskipun mendapatkan pendidikan ala Barat. Kemudian berlanjut pada terdapatnya ringkasan dari isi buku yang bersinggungan dengan pengertian dari resensi yang terdapat ringkasan atau ikhtisar di dalamnya. Serta si penulis resensi menuliskan identitas buku secara lengkap, agar pembaca resensi mendapatkan gambaran bentuk fisik dari buku tersebut. Selain itu jenis buku yang diresensipun termasuk kedalam buku ilmu pengetahuan mengenai seorang pancasilais yang kemudian disesuaikan pula gaya bahasanya dengan pembaca. Dari segi keunggulan serta kekurangan buku, penulis resensi telah menuliskannya secara tersurat dalam resensi tersebut, hanya porsi antara keunggulan dan kekurangannya masih tidak seimbang porsinya. Untuk penilaian diakhir resensi si penulis, memberikan penilaiannya apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak, namun semua dikembalikan kepada pembaca.
Alangkah baiknya dalam menulis resensi diperhatikan setiap tahapannya dan tetap berpaku pada teori yang ada agar resensi hasil tulisan kita terpapar secara sistematis. Selain itu menulis resensi bukan hanya karena keuntungan semata namun memerhatikan aspek dimana, apakah benar buku tersebut layak atau tidak dibaca sehingga ada transparasi dan kejujuran dalam menulis resensi tak hanya menonjolkan keeunggulannya saja, namun kekurangannya pun perlu di beritahukan kepada para pembaca artikel tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)







