Sabtu, 07 Januari 2012

Komentar blog - RACHMA PUTRI RAHAYU


Rachma Putri Rahayu (2115091874)

Komentar terbaru:
            Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, reproduksi yang saudara Hilda buat secara keseluruhan sudah berkiblat kepada teori resensi Gorys Keraf. Namun masih terdapat ketidaksempurnaan diantaranya: pemaparan teori mengenai resensi terlalu banyak, terdapat sekitar lima paragraf dari sembilan paragraf yang saudara tulis. Padahal bila ingin mencari titik singgung mengenai teori resensi dan resensi Dongeng Zaman Pancaroba" Karya Bonnie Triyana dan Arif Zulkifli tidak perlu sepanjang itu menejelaskan mengenai teorinya. Pemaparan Hilda mengenai kekurangan dan kelebihan tidak disebutkan secara rinci, anda hanya menyebutkan peresensi lebih banyak menampilkan keunggulan dan kelemahannya (paragraf ke delapan). Pengembangan mengenai komentar isi buku/jalan cerita sudah dipaparkan dengan cukup baik.
            Saya rasa, teknik penulisan belum cukup baik, seperti pada paragraf 2 hanya terdapat satu kalimat. Bila begitu sebaiknya kalimat tersebut menyatu saja kepada paragraf satu karena ide kalimat pada paragraf 2 masih mengacu pada paragraf 1. Hal tersebut berulang di paragraf 9, disana hanya terdapat satu kalimat dan ide kalimatnya masih lanjutan dari paragraf 8. Juga di paragraf 7 hanya terdapat dua kalimat. Kevariatifan juga kurang, di paragraf ke 8, anda memakai kata ‘kemudian’ dan ‘selain itu’ dua kali padahal di paragraf 7 juga anda sudah menggunakan kata ‘kemudian’. Sesungguhnya bisa saja anda memakai kata lain yang sama makna agar tulisan anda terlihat bervariasi.
            Masih di paragraf 8, kalimat pertama terlalu panjang dan menjadi kurang efektif, kalimatnya yakni ‘Resensi ini dimulai dengan mengisahkan sosok Dharsana,seorang perwira Polisi berpangkat Komisaris Besar yang memiliki kekuasaan dengan gaya hidup perlente dan doyan perempuan, ia menceritakan pernikahan keduanya dengan seorang janda beranak satu bernama intan.’

Rachma Putri Rahayu – 2115091874

                Menurut saya, resensi yang saudara Hilda baik. Beliau menulis resensi dengan berpegang pada teori Gorys Keraf yaitu terdapat latar belakang, macam dan jenis buku serta kekurangan dan kelemahan buku. Konten isi resensi baik terbukti penjelasan mengenai tema, ringkasan, kekurangan dan kelebihan buku dijelaskan dengan terstruktur oleh saudara Hilda. Namun sayang pada beberapa bagian tulisan, antara mind map dan pengembangan masih tidak koheren. Contoh pada mind map (bagian nilai buku) saudara Hilda menuliskanbuku ini kurang menyajikan ilustrasi-ilustrasi yang mendukung kelengkapan teori’ tetapi hal tersebut tidak ia cantumkan dalam pengembangan. Lalu pada mind map (teknik penulisan) saudara Hilda menuliskan ‘dilihat dari segi filosofi warna cover yang digunakan yaitu hijau, member kesan sejuk kepada pembaca agar tidak bosan’ sedangakan dipengembangan ia hanya menuliskan ‘Dilihat dari segi fisik, tampilan buku Tes Bahasa di mulai dari cover menarik..’tetapi tidak menyebutkan filosofi warna yang sebelumnya beliau tuliskan pada mind mapnya. Ketidakkoherenan itu terlihat lagi pada bagian perbandingan dengan buku lain. Dalam pengembangan, beliau mencantumkan perbandingan buku tes bahasa dengan buku Dasar-dasar Evaluasi yang ditulis oleh Suharsimi Arikunto sedangkan di mind map saudara Hilda tidak mencantumkan informasi tersebut.
            Secara teknis, kelengkapan dan kepadanan paragraf cukup baik terlihat dari pengungkapan gagasan yang lengkap pada setiap paragraf. Namun penggunaan kata yang sama masih sering digunakan seperti pada paragraf satu, saudara Hilda menggunakan kata ‘untuk itu’ berulang kali. Hal ini menyebabkan ketidakvariatifan diksi.

Rachma Putri Rahayu – 2115091874
            Menurut saya, sistematika  jurnal yang saudara Hilda tersebut kurang berpijak kepada teori, karena beliau menyebutkan pendahuluan, kerangka berpikir, hasil dan pembahasan dan kesimpulan. Itu lebih kepada sistematika skripsi. Karena menurut Ali Saukah, jurnal (artikel penelitian) sistematiknya pendahuluan, metode, hasil bahasan, simpulan dan saran, daftar rujukan.
            Secara konten isi dan sistematika penulisan baik. Pengembangan berpegang kepada mind map. Namun isi abstrak terlalu banyak.

LAPORAN BUKU – HILDA
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
           
            Menurut saya, laporan buku yang saudara Hilda buat cukup baik. Hal tersebut terbukti dari isi laporan yang beliau tuliskan dengan jelas dan tidak bertele-tele. Sistematika penulisan juga baik, yaitu judul, pendahuluan, isi laporan, serta kesimpulan dan saran. Walaupun sebenarnya tidak ada aturan khusus yang perlu diikuti sebagai persyaratan formal dalam penulisan laporan buku.
                Pengembangan isi cukup baik karena isi buku diperinci bab per bab. Namun sayang, identitas buku tidak saudara Hilda tuliskan dalam bentuk essai. Teknis penulisan terdapat kalimat yang terlalu panjang sehingga ide dalam kalimat menjadi kabur pada paragraf delapan, yaitu “Seorang guru yang baik akan memerhatikan segala bentuk masalah yang ditimbulkan dalam situasi belajar, untuk itu seorang guru harus peka dan melakukan pendegaham dalam mengatur pengelolaan kelas, meliputi aspek kondisi dan situasi belajar mengajar, disiplin dan tata tertib, administrasi yang didukung oleh beberapa pendekatan pengelolaan kelas menurut pendapat ahli.

ARTIKEL ILMIAH - HILDA
Rachma Putri Rahayu – 211509
            Menurut saya, artikel yang dibuat Saudara Hilda cukup baik. Namun sayang pemakaian teori tersebut pad isi artikel malah mengaburkan argumen karena terkesan isinya adalah teori semua. Setelah menjelaskan teori, saudara Hilda tidak menuliskan ide yang beliau ingin sampaikan. Contoh pada bagian pengertian pembangunan politik Saudara Hilda hanya menyebutkan teori “Menurut Pye, dimensi persamaan (equality) dalam pembangunan politik berkaitan dengan Masalah partisipasi dan keterlibatan rakyat dalam Kegiatan-kegiatan politik, baik yang dimobilisir secara demokratis maupun totaliter.” Beliau tidak mengaitkan teori dengan fenomena yang diangkat.
            Mind map yang dibuat tidak menyebutkan ide-ide yang akan ditulis pada setiap judul bagian, ia hanya menuliskan pengertian pembangunan politik, peran bahasa dalam proses demokras, dan kesimpulan. Tidak dijelaskan lagi apa yang akan ia tulis. Walau pun begitu, pengembangan yang dibuat sudah baik.


Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, reproduksi yang saudara Ismah buat secara keseluruhan sudah berkiblat kepada teori resensi Gorys Keraf. Namun masih terdapat ketidaksempurnaan diantaranya: ketidaksistematisan penjabarann isi, seperti dalam paragraf 2. Anda menyatakan ‘Resensator menyampaikan ringkasan mengenai Hotel Pro Deo dengan lengkap. Hal itu dapat membuat pembaca mengetahui gambaran umum mengenai isi cerita ......’ Namun tidak dijabarkan lengkap yang dimaksud itu lengkap yang bagaimana. Anda malah menjabarkannya pada paragraf 4, mulai dari plot yang bercabang, subplot yang mengisahkan berbagai peristiwa
             Saudara Ismah mengomentari kelebihan resensi terlalu banyak (silahkan baca paragraf 4) sedangkan kekurangannya tidak dikomentari. Selain itu, di bagian nilai buku yang terdapat di paragraf terakhir anda hanya menyatakan ‘Resensi Dongeng Zaman Pancaroba karya Bonnie Triyana telah disebutkan kelebihan, kekurangan buku, tujuan penulisan novel, serta pendapat resensator mengenai novel yang diresensi’ seharusnya anda bisa lebih lagi merincinya lagi.

Rachma Putri Rahayu – 2115091874

                Menurut saya, resensi yang saudara Ismah baik. Beliau menulis resensi dengan berpegang pada teori  Gorys Keraf yaitu terdapat latar belakang, macam dan jenis buku serta kekurangan dan kelemahan buku. Konten isi resensi baik terbukti dari penjabaran yang baik menunjukkan bahwa saudara Ismah menguasai isi buku. Saudara Ismah cukup baik memanfaatkan mind map terbukti dari pengembangannya sudah sesuai dengan mind map yang beliau buat. Namun sayang, organisasi pengembangan ide masih  terlompat-lompat seperti pada paragraf satu, beliau langsung memaparkan alasan penulis buku kemudian di paragraf dua menjelaskan tema buku. Bagi orang yang membaca, mungkin akan sedikit kaget dengan “ketiba-tibaan” tersebut.
                Secara teknis, saudara isma kurang memperhatikan syarat paragraf, diantaranya kesatuan dan kesepadanan. Contoh dalam paragraf lima “Tes Bahasa: Pegangan Bagi Pengajar sangat memudahkan dalam penyusunan tes. Contoh-contoh dari masinng-masing sub bab dalam buku ini lebih memberi gambaran kepada pembaca, sehingga pembaca lebih memahami isi buku”. Masih di paragraf lima, saudara Isma menempatkan tanda koma (,) sebelum karena yang kurang tepat pada kalimat “Bahasa yang digunakan oleh penulispun dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, karena penulis menggunakan bahasa formal.” Dan juga pada kalimat “Tatanan huruf, jarak antar sisi-sisi buku membuat pembaca tidak cepat bosan, karena penggunaan huruf yang sesuai dan jarak sisi buku yang tidak terlalu sempit.”


ISMA- LAPORAN BUKU
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
                Menurut saya, laporan buku yang saudara Ismah buat cukup baik. Hal tersebut terbukti dari isi laporan yang beliau tuliskan dengan jelas dan tidak bertele-tele. Sistematika penulisan juga baik, yaitu judul, pendahuluan, isi laporan, serta kesimpulan dan saran. Walaupun sebenarnya tidak ada aturan khusus yang perlu diikuti sebagai persyaratan formal dalam penulisan laporan buku.
                Isi pengembangan juga sudah menyesuaikan dengan mind map yang telah dibuat. Saudara Ismah merinci bab per bab buku. Serta menulis esaikan identitias buku. Namun sayang, saudara Ismah terlalu banyak menggunakan frase ‘buku ini’.

ISMA - JURNAL PENELITIAN
Rachma Putri Rahayu – 2115091874

            Menurut saya, sistematika  jurnal yang saudara Ismah sudah berpijak kepada teori karena beliau menuliskan pendahuluan, metode penrlitian, data serta hasil dan pembahasan. Namun sayang saudara Ismah sepertinya lupa untuk membuat abstrak padahal abstrak dalam jurnal penelitian penting untuk mengetahui penelitian seperti apakah yang disajiakan peneliti.
            Konten isi baik, mind map dimaksimalkan dalam membuat pengembangan.  Kekoherensian antar paragraf juga baik.

ISMA – ARTIKEL JURNAL
Rachma Putri Rahayu – 2115091874
           
                 Menurut saya, artikel ilmiah yang Saudara Ismah buat sudah cukup baik. Pengambangan dan mind map sesuai. Namun sayang antara judul dan isi yang dipaparkan beliau kurang berhubungan. Saudara Ismah mengangkat judul “Jigsaw Salah Satu Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Menyenangkan Bagi Siswa SMP” namun hal ‘menyenangkan’ kurang terlihat. Hal itu terbukti dari pemaparan pada bagian judul ‘Metode Jigsaw Bagian dari Strategi Cooperative Learning, Dapat Meningkatkan Jiwa Sosial Siswa’ pada bagian tersebut Saudara Ismah berfokus mengenai kerja sama dan keterampilan sosial. Padahal konsep antara ‘menyenangkan’ dan ‘kerja sama dan keterampilan’ berbeda. Kerja sama dan keterampilan belum tentu menyenangkan. Lalu pada judul Saudara Ismah menyebutkan ‘Jigsaw ...... Bagi Siswa SMP’ dalam pengembangannya ia sama sekali tidak menyinggung pembelajaran siswa SMP pada khusunya, ia memaparkan pembelajaran kepada siswa saja.
     Dilihat dari teknis penulisan, paragraf dan kalimat baik. Terdapat kepaduan antar paragraf. Namun sayang, saudara Ismah tidak mencantumkan daftar pustaka pada artikel yang beliau buat padahal hal tersebut sangat penting.

Senin, 02 Januari 2012

ARTIKEL ILMIAH, PERAN BAHASA TERHADAP PEMBANGUNAN POLITIK, HILDA SEPTIANI


MIND MAP

PERAN BAHASA TERHADAP PEMBANGUNAN POLITIK

a.       Latar belakang

            Di akhir pengunjung tahun 2011 ini, tampaknya kepercayaan terhadap pemerintah semakin meluntur. Belum lama setelah konflik Mesuji mencuat. Sabtu pagi, 24 Desember 2011, tragedi berdarah yang terjadi antara aparat penegak hukum dan masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat. Konflik ini dipicu oleh penolakan masyarakat atas kegiatan ekspolarasi yang di lakukan PT sumber Mineral Nusantara (SMN)  di sejumlah titik di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, yang dikhawatirkan warga dapat mengganggu aktivitas masyarakat setempat, yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak dan petani bawang.
            Bagaimana tanggapan umum mengenai keributan di Bima tersebut? Melihat peristiwa tersebut banyak spekulasi yang beredar di masyarakat luas akan kekecewaan terhadap pemerintah terutama dalam menangani kasus Mesuji dan Bima baru-baru ini.  Tidak hanya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri mengecam keras dan menuntut agar kasus Bima ini diselesaikan secara tuntas.
            Konflik Mesuji maupun Bima ini mencuat akibat tidak tercapainya kesepakatan antara pemerintah setempat dan masyarakat, padahal sebelumnya telah diupayakan proses negoisasi antara pemerintah dan beberapa perwakilan masyarakat tersebut namun gagal dilakukan. Tingkah polah sebagian besar penyelenggara pemerintah tersebut mencerminkan budaya bangsa kita bahwasanya bangsa ini adalah bangsa urakan yang lebih mengandalkan otot daripada otak? Kemana sikap ramah tamah yang dulu kita banggakan? Dimana tenggang rasa yang dulu kita cita-citakan?

b.      Pengertian pembangunan politik
Pembangunan mempunyai pengertian dinamis, maka tidak boleh dilihat dari konsep yang statis. Pembangunan juga mengandung orientasi dan kegiatan yang tanpa akhir. Oleh sebab itu “politik” menggunakan istilah pembangunan.
Lucian W. Pye (1966, 45-48) membuat tiga pengkategorian besar mengenai ciri-ciri dari pembangunan politik :
1. The first relates political development to social and economics development by suggesting thatpolitical development is concerned with a multidimensional process of social changes.
2. Is concerned with what might ba called the organization of the political system, by reffering to nation building and to administrative structures.
3. The third link development to political values such as mass mobilization, the relationship between mobilization and power and the movement towards democracy.
Pembangunan dan modernisasi politik merupakan perubahan politik, tetapi tidak sebaliknya. Dalam konsep pembangunan sedikit banyak terkandung adanya upaya yang disengaja, relatif terencana, memiliki sasaran yang relatif jelas, proses yang bersifat evolusioner tidak mengandung kekerasan.
Pembangunan politik dilihat sebagai implikasi politik dari pembangunan dan cenderung dibedakan dari pembangunan ekonomi. Sasaran yang hendak dicapai dengan pembangunan politik tidak hanya sistem politik dan demokrasi, tetapi juga kemampuan-kemampuan lain yang dianggap penting dipunyai dengan suatu sistem politik untuk dapat melestarikan budaya.
Menurut Pye, dimensi persamaan (equality) dalam pembangunan politik berkaitan dengan Masalah partisipasi dan keterlibatan rakyat dalam Kegiatan-kegiatan politik, baik yang dimobilisir secara demokratis maupun totaliter.

c.       Peran bahasa dalam proses demokrasi

Didunia ini dikenal bermacam-macam istilah demokrasi. Secara etimologis, demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos artinya rakyat dan kratein atau kratos artinya kekuasaan atau pemerintahan. Demokrasi berarti kekuasaan (dari) rakyat. Demokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan rakyat atau rakyatlah yang berkuasa dan sekaligus diperintah.
Menurut Abraham Lincoln, goverment of the people, by the people, and for the people.” yang artinya Demokrasi adalah pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.
Ada bermacam-macam demokrasi yang sudah menjadi bagian dari pemerintahan negara di seluruh dunia. Ada yang dinamakan demokrasi langsung, demokrasi tidak langsung, demokrasi konstitusionil, demokrasi parlementer, demokrasi presidensial dan sebagainya. Semua konsep ini memakai istilah demokrasi, yang menurut asal katanya berarti “rakyat berkuasa” atau government or rule by the people“. (kata Yunani demos berarti rakyat, kratos/kratein berarti kekuasaan/berkuasa).
Demokrasi langsung adalah sistem demokrasi yang melibatkan seluruh rakyat dalam pengambilan keputusan atau urusan kenegaraan. Demokrasi tidak langsung adalah demokrasi yang tidak melibatkan seluruh rakyat tetapi rakyat memberikan kepercayaan kepada para wakilnya untuk membicarakan dan menentukan persoalan-persoalan kenegaraan.Semua gerakan politik dan ideologi telah mencari, entah sadar atau tidak, untuk mewujudkan kata-kata dan simbol yang sesuai dengan tujuan mereka. Berdasar hal itu, dapat dinyatakan bahwa “politik itu sebagian besarnya hanyalah permainan kata-kata” (Graber 1981: 195).
           Studi bahasa politik juga menjadi persoalan sentral dalam tradisi lain dalam studi komunikasi politik, yang ditunjukkan oleh teori dan penelitian kritis atau Neo-Marxis. Salah satunya adalah  adanya analisis yang luas mengenai isi media massa, khususnya berita mengenai masalah yang terjadi dalam pemerintahan yang akan merujuk pada kesimpulan yang berkembang di masyarakat akan jalannya pemerintahan saat itu. Melihat hal tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman argument yang berkembang di masyarakat diperlukan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat supaya tidak terjadi kasus Mesuji maupun Bima dikemudian hari.
d.      kesimpulan
           
            Kasus  di atas telah menunjukkan bahwa peran bahasa sangatlah penting dalam pembangunan politik. Dimana pembangunan bersifat dinamis dan mengarah pada proses demokrasi yang melibatkan masyarakat dalam pemerintahan dan salah satunya dengan menjunjung tinggi demokrasi yang melibatkan masyarakat dalam peleksanaan pemerintahan.
            Contoh kasus Bima maupun Mesuji memberikan pelajaran bahwa kritik, ketidaksetujuan, keluhan, dan sebagainya boleh saja dikemukakan dalam suatu panggung politik, namun yang terpenting adalah keterbukaan dan pertingnya bahasa dalam menyampaikan aspirasinya terutama dalam bildang politik agar tidak berujung pada tindak kekerasan.

Daftar pustaka

Harjanto, Nicolaus Teguh Budi. 1997. Memajukan Demokrasi Mencegah Disintegrasi; Sebuah Wacana Pembangunan Politik. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.