Sabtu, 31 Desember 2011

ARTIKEL JURNAL ILMIAH


(Raden Firda Siti Humaeroh:2115091875)
ARTIKEL JURNAL ILMIAH
ABSTRAK
Rahma Dewi Hartati, dkk. 2011. Konteks Wacana Rambu-Rambu Lalu Lintas  serta Implikasinya dalam Pembelajaran Menulis Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Pajeleran Cibinong-Bogor. Skripsi, Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
            Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui konteks wacana rambu-rambu lalu lintas yang dapat diaplikasikan ke dalam pembelajaran menulis siswa SD kelas IV. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah foto rambu-rambu lalu lintas di Kecamatan Cibinong-Kabupaten Bogor dalam kategori rambu kalimat dan perpaduan kalimat dan lambang. Penelitian ini berlangsung dari semester gasal 2010/2011 di daerah Kecamatan Cibinong dengan luas wilayah 3105, 66 Ha.

A.      PENDAHULUAN
Wacana merupakan satuan tertinggi yang dibentuk oleh gabungan kalimat dalam suatu deskripsi bahasa yang berisi informasi yang lengkap dan digunakan sebagai alat berkomunikasi. Produk yang dihasilkan dari wacana dapat berupa bentuk wacana lisan maupun wacana tulis yang digunakan untuk berkomunikasi. Melalui wacana seseorang mampu memberi gambaran tentang berbagai perisiwa komunikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mengenai gambaran makna wacana dalam komunikasi ini sangat ditentukan oleh konteks berlangsungnya sebuah wacana.
Berdasarkan berbagai macam penelitian mengenai konteks yang bertujuan membangun suatu komunikasi yang baik dan jelas, oleh karena itu peneliti ingin mengkaji secara mendalam mengenai konteks komunikasi yang terdapat pada rambu-rambu lalu lintas yang memiliki keunikan tersendiri dengan bentuk kalimat perintah sederhana dan tertera berdasarkan kondisi jalan atau konteks namun dapat memeberikan arti dan dipahami oleh para pengguna jalan sendiri yang penelitian tersebut masuk ke dalam kajian wacana. Begitu pula dari contoh visual atau gambar rambu-rambu lalu lintas, penulis ingin mendapatkan implikasi penelitian ke dalam proses pembelajaran bahasa khususnya dalam keterampilan menulis bagi siswa sekolah dasar yang difokuskan kepada siswa kelas IV SD karena para siswa sudah mendapatkan pengetahuan menulis dasar dan penulis ingin menjadikan penelitian ini suatu variasi contoh pembelajran menulis yang tidak terlalu cenderung mengambil di dalam buku saja seperti di sekolah SD Negeri Pajeleran 01 penulis mendapatkan informasi dari hasil wawancara dan observasi bahwa guru masih menggunakan contoh di dalam buku dan jarang menggunakan media menarik dalam pembelajaran menulis. Selain itu dengan penelitian yang dilakukan penulis ingin menganalisis seberapa besar pengaruh suatu bahasa untuk menyampaikan suatu amanat, bagaimana apabila ada sedikit kesalahan bahasa yang membuat suatu kalimat berubah makna sehingga dapat terlihat pula seberapa besar mempengaruhi para pengguna jalan yang secara tidak langsung maupun langsung berpatokan kepada rambu-rambu lalu lintas sebagai petunjuk arah, dan untuk mengetahui konteks wacana pada rambu-rambu lalu lintas terangkum dalam koordinat wacana yang dapat diaplikasikan ke dalam pembelajaran menulis pengumuman siswa SD kelas IV.

B.       METODE
Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan-jalan arteri atau jalan utama yang menghubungkan daerah satu dengan daerah lainnya dan mampu dilewati oleh kendaraan bermotor maupun mobil, melalui kajian wacana (konteks komunikasi tulis).

C.      HASIL PENELITIAN
K
A
L
I
M
A
T
P
W
L
K
TOPIK
PEMBACA
L
L
J
R
S
W
W
T
R
F
PK
L
AB
L
SK
B
PA
L
P
R
D
PR
D
E
PJ
3
6
10
15
2
15
17
Jumlah
Presentase (%)
8,8%
17,6%
29,4%
44%
6%
44%
50%

TEMPAT
AMANAT
ST
BKP
BKT
J
BK

Pe
1
Pe
2
Pe
3
Pe
4
14
2
16
2
10
6
15
3
41,1%
6%
47%
6%
29,4%
17,6%
44%
8,8%
Berdasarkan tabel rekapitulasi yang didapatkan maka dapat dirangkum seperti berikut dari 34 data (100%) peristiwa, waktu, ragam bahsa, dan lorong yang digunakan semua sama yaitu dalam lingkup lalu lintas jalan raya sepanjang waktu yang dituliskan dalam wacana tulis dengan menggunakan ragam bahasa formal, sedangkan topik wacana terdiri dari: 1) perlengkapan keselamatan berlalu lintas berjumlah 3 data (8,8%), 2) Aturan arah lalu lintas berjumlah 6 data (17,6%), 3) Seruan keselamatan lalu lintas berjumlah 10 data (29,4%), 4) Petunjuk arah, lokasi/daerah berjumlah 15 data (44%).
Pada kolum peserta terdiri dari penulis (addressor) dan pembaca (addresse). Penulis (addressor) dalam data pun semua sama yaitu pihak berwenang DLLAJ sedangkan pembaca (addresse) dibagi kembali berdasarkan tujuan rambu ditujukan untuk siapa, yaitu: 1) Pengendara roda dua (motor) berjumlah 2 data (6%), 2) Pengendara roda empat (angkutan umum) dan motor berjumlah 15 data (44%), 3) Pengendara roda dua, pengedara roda empat dan pejalan kaki berjumlah 17 data (50%). Selain itu secara konteks berdasarkan tempat pun terbagi kembali menjadi: 1) Sisi tengah jalan berjumlah 14 data (41,1%) , 2) Bahu kiri tepat di pertiga jalan berjumlah 2 data (6%), 3) Bahu kiri jalan tepat tikungan berjumlah 2 data (6%), 4) Bahu kiri jalan dua arah berjumlah 16 data (47%). Sedangkan berdasarkan amanat didaptkan empat pembahasan berupa: 1) Perintah berjumlah 10 data (29,4%), 2) Peringatan berjumlah 6 data (17,6%), 3) Petunjuk berjumlah 15 data (44%), dan 4) Perintah dan peringatan berjumlah 3 data (8,8$).

D.      KESIMPULAN
Dari hasil analisis data, maka ada keterkaitan antara peristiwa, topik, peserta, tempat, waktu. Lorong, kode dan amanat, terlihat seperti topik yang sering didapatkan berupa petunjuk arah lokasi atau daerah yang masih dalam lingkup lalu lintas tertulis sangat jelas sehingga terlihat kebutuhan rambu-rambu untuk para pengguna jalan adalah petunjuk arah yang berguna untuk menunjukkan lokasi yang harus dilaluinya, sehingga meski dengan dibantu dengan arah tanda panah, sudah mampu dimaknai pengguna jalan berdasarkan konteks. Namun demikian dari hasil penelitian ditemukan adanya rambu-rambu yang masih melanggar konteks wacana khususnya secara tempat sehingga mengurangi kekuatan makna yang ingin disampaikan oleh pembuatnya kepada para penggunanya dan pada akhirnya menjadi rambu yang biasa dan diabaikan. Akan tetapi sebagian besar rambu-rambu lalu lintas ini sudah sesuai konteks dalam lingkup komunikasi di lalu lintas jalan yang dapat dipahami para pengguna jalan ketika berkendaraan meski bentuk penulisannya seerhana dan tidak menggunakan struktur yang lengkap.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

(MUMUN SITI MUNAWWAROH)


Artikel jurnal ilmiah yang ditulis Firda sudah berdasarkan mind map yang telah ia susun. Firda menuliskan artikelnya berdasarkan skripsi (hasil penelitian). Ia juga sudah menuliskan abstraknya. Terdapat satu hal yang kurang di dalam abstrak yaitu tidak terdapatnya kata kunci.
Di dalam pendahuluan, Firda menuliskan tujuan penelitian yang dilakukan serta latar belakang diadakannya peneitian tersebut. Kemudian ia melanjutkan dengan pembahasan metode dan hasil penelitian. Bahasa yang digunakan oleh Firda cukup singkat dan mewakili apa yang ia sampaikan.

Unknown mengatakan...

(Rahma Dewi H)
Nampaknya saya sangat mengenal isi artikel ini..
eumph seperti isi skripsi punya saya. Terima kasih sudah mau diposkan hasil penulisan saya. Terima kasih Firda. Apakah kamu mahasiswa UNJ juga?

Salam Kenal...