Sabtu, 31 Desember 2011

Artikel Ilmiah - Ismah Ifadoh Aprilia 2115091878



Ismah Ifadoh Aprilia (2115091878 / 3 B)
Artikel Ilmiah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir PK. Menulis


Jigsaw Salah Satu Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Menyenangkan Bagi Siswa SMP
1.     Pendahuluan
Dalam memberikan pengajaran di kelas, seorang guru profesional harus mampu menampilkan kompetensi-kompetensi yang harus dimilikinya. Salah satu dari kompetensi tersebut yaitu guru harus mampu menguasai proses pembelajaran. Komponen yang dapat menunjang dalam memberikan pembelajaran di kelas yaitu dengan menggunakan bermacam-macam metode pembelajaran yang bervariasi dapat menarik minat belajar siswa. Dalam menarik minat siswa dalam pembelajaran, guru tidak hanya dapat memberikan ceramah, sementara siswa hanya diam mendengarkan. Hal tersebut dapat menjadikan siswa bosan. Kebosanan dalam mendengarkan uraian guru dapat mematikan semangat belajar siswa. Selain itu ada pokok bahasa yang kurang tepat apabila disampaikan melalui metode ceramah.
Setiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Suatu metode pembelajaran mungkin baik untuk pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi tidak tepat unntuk situasi lalin. Demikian pula suatu metode yanng dianggap baik digunakan dalam pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain.
Salah satu bentuk metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas yaitu metode Jigsaw. Metode ini dikembangkan agar dapat membangun kelas sebagai komunitas belajar yang menghargai semua kemampuan siswa. Jigsaw dapat digunakan apabila bahan yang dipelajari berbentuk naratif tertulis dan tujuan pembelajarannya lebih menekankan pada konsep dari pada keterampilan.
2.     Apa Jigsaw itu?
Metode jigsaw adalah salah satu dari metode-metode kooperatif yang paling fleksibel,  jigsaw yang menyertakan segala kaitan, interaksi, dan perbedaan yang maksimal dalam pembelajaran. Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai meteri pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal.
Metode jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Tujuan dari metode jigsaw adalah mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.
Dalam metode belajar ini terdapat tahap-tahap dalam penyelenggaraannya. Tahap pertama siswa dikelompokan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil. Pembentukan kelompok-kelompok siswa tersebut dapat dilakukan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang disebut dengan tim ahli. Siswa-siswa ini menyelesaikan rugas kooperatifnya dalam: (a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; (b) merenncanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannnya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Hasilnya seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukan penguasaannnya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.
3.     Metode Jigsaw Bagian dari Strategi Cooperative Learning, Dapat Meningkatkan Jiwa Sosial Siswa
Tujuan penting dari cooperative learning adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki siswa sebagai warga masyarakat, bangsa, dan negara, mengingat kenyataan yang dihadapi bangsa ini dalam mengatasi masalah-masalah sosial semakin kompleks. Apa lagi tantangan peserta didik supaya mampu dalam menghadapi persaingan global untuk memenangkan persaingan.
Era global yang ditandai dengan persaingan dan kerja sama di segala aspek kehidupan mempersyaratkan para ssiswa memiliki keterampilan sosial. Keterampilan serta sikap positif sosial sebaagai anggota masyarakat lokal ataupun global yang demokratis dapat dikembangkan lebih lanjut melalui cooperative learning. Dengan demikian, dapat diduga para peserta didik akan mendapatkan makna dan manfaatpraktis dari setiap proses pembalajaran tersebut.
Salah satu sikap yang dimiliki siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran, yaitu setiap siswa memiliki sikap keterampilan sosial. Keterampila sosial merupakan sikap yang dimiliki setiap individu sebagai hasil dari proses belajar, tetapi hasil ini tidak diperoleh secara menyeluruh oleh individu di dalam kelas, melainkan hanya sebagian saja yang dimiliki siswa tersebut. Hal ini tergantung dari tingkat pemaknaaan setiap individu itu merealisasikan apa yang ia peroleh sebagai hasil belajar. Sikap keterampilan sosial ini terlihat dari perbuatan siswa, misalnya siswa tanggap terhadap masalah kebersihan di kelas, tanggap dengan iuran wajib di kelas, tanggap terhadap hak sebagai siswa di kelas, di keluarga, di sekolah, di masyarakat, dan dalam kehidupan berbangsa ddan bernegara.
Perilaku yang dicerminkan dari hasil belajar di sekolah bagi siswa yang memiliki keterampilan sosial bukan hanya ia sadar memiliki sikap tanggap saja, akan tetapi sikap tersebut direalisasikan dalam kehidupan sehari—harinya, yang pada akhirnya akan menjadi warga negara yang baik, yang ditandai dengan sikap memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Untuk tercapainya siswa sebagaimana yang digambarkan di atas, diperlukan adanya iklim yang sehat melalui jenjang persekolahan sehingga memmungkinkan siswa sebagai generasi muda berkembang secara wajar dan bertanggung jawab. Karena itu perllu adanya usaha-usaha mengembangkan pemikiran siswa untuk dapat menganalisis hal-hal yang terjadi dalam masyarakat, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi dan mengancam keadaan masyarakat secara umum. Maka siswa tersebuut diharapkan akan menjadi siswa yang memiliki keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam masyarakat yang modern seperti sekarang ini.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Rachma Putri Rahayu – 2115091874

Menurut saya, artikel ilmiah yang Saudara Ismah buat sudah cukup baik. Pengambangan dan mind map sesuai. Namun sayang antara judul dan isi yang dipaparkan beliau kurang berhubungan. Saudara Ismah mengangkat judul “Jigsaw Salah Satu Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Menyenangkan Bagi Siswa SMP” namun hal ‘menyenangkan’ kurang terlihat. Hal itu terbukti dari pemaparan pada bagian judul ‘Metode Jigsaw Bagian dari Strategi Cooperative Learning, Dapat Meningkatkan Jiwa Sosial Siswa’ pada bagian tersebut Saudara Ismah berfokus mengenai kerja sama dan keterampilan sosial. Padahal konsep antara ‘menyenangkan’ dan ‘kerja sama dan keterampilan’ berbeda. Kerja sama dan keterampilan belum tentu menyenangkan. Lalu pada judul Saudara Ismah menyebutkan ‘Jigsaw ...... Bagi Siswa SMP’ dalam pengembangannya ia sama sekali tidak menyinggung pembelajaran siswa SMP pada khusunya, ia memaparkan pembelajaran kepada siswa saja.
Dilihat dari teknis penulisan, paragraf dan kalimat baik. Terdapat kepaduan antar paragraf. Namun sayang, saudara Ismah tidak mencantumkan daftar pustaka pada artikel yang beliau buat padahal hal tersebut sangat penting.

KEBULAN mengatakan...

Menurut saya, pada artikel yang dibuat penulis terdapat beberapa ketidaksesuaian. Misalnya saja pada judul yang menitikberatkan pada pelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan yang sama sekali tidak dibicarakan dalam isi artikel tersebut. Hal tersebut pun terlihat bukan hanya dari isi, tetapi juga dari mind map yang dibuat sama sekali tidak menuangkan ide dan gagasannya mengenai pembelajaran menyenangkan.
Akan tetapi, artikel ini telah mampu mengangkat fenomena yang terjadi di masyarakat.
Hanya saja, penulis tidak menyebutkan sumber referensi pada artikel tersebut.

KEBULAN mengatakan...

Ratih Sukmaning Tyas-2115091883

Menurut saya, pada artikel yang dibuat penulis terdapat beberapa ketidaksesuaian. Misalnya saja pada judul yang menitikberatkan pada pelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan yang sama sekali tidak dibicarakan dalam isi artikel tersebut. Hal tersebut pun terlihat bukan hanya dari isi, tetapi juga dari mind map yang dibuat sama sekali tidak menuangkan ide dan gagasannya mengenai pembelajaran menyenangkan.
Akan tetapi, artikel ini telah mampu mengangkat fenomena yang terjadi di masyarakat.
Hanya saja, penulis tidak menyebutkan sumber referensi pada artikel tersebut.