Minggu, 01 Januari 2012

Mind Map Artikel Jurnal Ilmiah “Pengaruh Metode Time Token dengan Media Kartu Ekspresi Terhadap Kemampuan Membacakan Berita Siswa Kelas VIII SMPN 151 Jakarta Utara” oleh Rawdotul Jannah












Pengaruh Metode Time Token dengan Media Kartu Ekspresi Terhadap Kemampuan Membacakan Berita Siswa Kelas VIII SMPN 151 Jakarta Utara
oleh Rawdotul Jannah

Abstrak
Skripsi Pengaruh Metode Time Token dengan Media Kartu Ekspresi Terhadap Kemampuan Membacakan Berita Siswa Kelas VIII SMPN 151 Jakarta Utara  ialah karya Dini Winanti Putri dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Penyusunan skripsi ini dimulai pada bulan April--Mei 2011. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Time Token dengan media kartu ekspresi dalam membacakan berita. Dengan metode eksperimen randomized control group pre-test post test design, diperoleh nilai rata-rata hasil kemampuan membacakan berita pada kelas eksperimen sebesar 60,03, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 37,8. Metode time token dengan media kartu ekspresi dapat dijadikan metode yang baik untuk pembelajaran membacakan berita.

Latar Belakang
Berdasarkan hasil wawancara peneliti, Dini Winanti Putri, dengan guru bidang studi dan wali kelas, ditemukan masalah pada siswa kelas VIII, yaitu kesulitan dalam membacakan berita. Siswa kelas VIII SMP Negeri 151 Jakarta Utara masih gugup dalam membacakan berita sehingga mempengaruhi intonasi, lafal, dan ekspresinya, bahkan ada pula siswa yang membacakan berita dengan gaya yang puitis. Padahal, pembacaan berita dengan puisi tentu memiliki gaya yang berbeda. Hal ini ditambah lagi dengan guru yang kurang kreatif dalam menggunakan metode atau media pembelajaran sehingga membuat siswa tidak sanggup menguasai kompetensi membacakan berita tersebut.
Atas dasar hal tersebut, peneliti memilih metode time token dengan media kartu ekspresi sebagai solusinya. Pemilihan metode tersebut berlandaskan kepada PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 19 ayat (1) yang menyatakan bahwa pembelajaran seharusnya diselenggarakan secara aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan ini, siswa diharapakan dapat membacakan berita dengan lafal yang jelas, penekanan dan intonasi yang tepat, volume yang keras, berani, dan lancar dalam membacakan berita.


Tujuan Penelitian
Setiap hal haruslah memiliki tujuan supaya lebih terarah dalam pelaksanaannya. Begitu pun juga dengan Dini Winanti Putri yang memiliki tujuan dalam penelitiannya ini. Tujuan umum penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran time token dengan media kartu ekspresi terhadap kemampuan membacakan berita pada siswa kelas VIII SMPN 151 Jakarta. Tujuan khusus penelitian ini ialah untuk memperoleh data empiris tentang pengaruh metode time token dengan media kartu ekspresi terhadap membacakan berita kelas VIII SMPN I5I Jakarta Utara.

Manfaat Penelitian
            Penulis berharap agar skripsinya ini bermanfaat bagi siswa, Guru Bahasa Indonesia, mahasiswa lain, dan khususnya bagi peneliti sendiri. Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut.
1.      Bagi peneliti, yaitu menambah pengetahuan tentang kepenulisan serta penggunaan dan penerapan metode time token.
2.      Bagi siswa, yaitu lebih menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia, termasuk kompetensi membacakan berita.
3.      Bagi guru, yaitu bersedia menggunakan metode pembelajaran Time Token dalam pengajaran membacakan berita.
4.      Bagi mahasiswa lain, yaitu menjadikan skripsi ini sebagai dasar atau acuan untuk penelitian selanjutnya.

Metode Penelitian
            Populasi penelitian ini ialah kemampuan membaca berita siswa kelas VIII SMPN 151 Jakarta Utara yang terdiri atas VIII1—VIII9. Dari kesembilan kelas tersebut, penelitian ini mengambil dua kelas yang akan dijadikan sampel penelitian secara random sampling atau acak, yaitu kelas VIII8 dan kelas VIII9. Kelas VIII8 dijadikan kelas eksperimen, sedangkan kelas VIII9 dijadikan kelas kontrol.
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimen. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh metode time token dengan media kartu ekspresi terhadap kemampuan membacakan berita siswa.
Penelitian ini menggunakan pretes dan postes dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Prosedur penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ialah tahap persiapan, yaitu menyiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk penelitian, seperti GBPP, membuat RPP dan membuat bahan ajar membacakan berita dengan menggunakan metode time token dengan media kartu ekspresi, serta menyediakan buku sumber, mengadakan observasi ke sekolah yang akan diteliti, dan konsultasi dengan kepala sekolah dan guru pamong. Tahap kedua ialah tahap pelaksanaan, yakni menentukan dua kelas sebagai sampel yang meliputi satu kelas eksperimen berjumlah 27 orang dari kelas VIII8 yang diberi perlakuan menggunakan metode time token dengan media kartu ekspresi dan satu kelas kontrol berjumlah 27 orang dari kelas VIII9 yang tidak diberi perlakuan, memberi pretes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol membacakan berita dengan tema bebas dari bahan yang telah disediakan guru, memberi penilaian pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dan menghitung hasil tes awal membacakan berita, melaksanakan pembelajaran untuk tujuan penelitian dengan memberi perlakuan metode time token dengan media kartu ekspresi pada kelas eksperimen, memberi postes berupa membacakan berita kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan memberi penilaian postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dan menghitung hasil tes akhir membacakan berita.

Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan penelitian, diperoleh data sebanyak empat kali, yaitu dua kali pada kelas eksperimen dan dua kali pada kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penggunaan metode time token dengan media kartu ekspresi, sedangkan kelas kontrol diberi pengajaran secara konvensional melalui ceramah, guru dan pembacaan berita di televisi sebagai model. Data penilaian yang diambil dari sampel ini berupa tes membacakan berita sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan metode time token dengan media kartu ekspresi pada kelas eksperimen dan hasil tes membacakan berita sebelum dan sesudah pengajaran secara konvensional pada kelas kontrol.
Data nilai pretes kelas eksperimen yang tertinggi 57 dan terendah 31 dengan nilai rata-rata sebesar 41,7, median sebesar 39,8, modus sebesar 39,4, varians sebesar 35,6, dan standar deviasi 5,96 dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa. Data nilai postesnya yang tertinggi 74 dan terendah 46 dengan nilai rata-rata sebesar 60,03, median sebesar 60,08, modus sebesar 63,5, varians sebesar 41,1, dan standar deviasi sebesar 6,41 dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang siswa.
Data nilai pretes kelas kontrol yang tertinggi 47 dan terendah 30 dengan nilai rata-rata sebesar 37,8, median sebesar 38,75, modus sebesar 40,2, varians sebesar 25,2, dan standar deviasi sebesar 5,01 dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa. Data nilai postesnya yang tertinggi 55 dan terendah 32 dengan nilai rata-rata sebesar 46,5, median sebesar 48,5, modus sebesar 45,4, varians sebesar 42,3, dan standar deviasi sebesar 6,5 dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa.
Sebagai persyaratan dalam pengujian analisis, terlebih dahulu data diuji normalitasnya dengan menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitasnya dengan menggunakan uji Bartlett. Dalam uji Liliefors, akan dibandingkan L0 (harga hitungan) dengan nilai kritis Lt (harga tabel atau Ltabel) pada taraf signifikan (α) 0,05. Berdasarkan perhitungan pada kelompok eksperimen, diperoleh nilai standar deviasi 6,65 dengan jumlah sampel 27. Dengan begitu, data postes pada kelas eksperimen berdistribusi normal karena harga hitungan < harga tabel (0,052<0,173). Begitu juga dengan data postes pada kelas kontrol berdistribusi normal karena harga hitungan < harga tabel (0,0907<0,173). Pada perhitungan kelas kontrol, diperoleh nilai standar deviasi 5,05 dengan jumlah sampel 27 pada taraf signifikan (α) 0,05.
Untuk menguji apakah varians dari kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen atau tidak, dilakukan uji homogenitas. Penelitian ini menggunakan uji Bartlett untuk menentukan hal tersebut. Varians gabungan dari semua sampel sebesar 14,9 dengan harga satuan β = 54,6 dan hasil uji Bartlett untuk X2 = 2,39. Kedua nilai tersebut homogen apabila X2hitung < X2tabel. Dari hasil perhitungan, diperoleh X2hitung sebesar 2,39, sedangkan X2tabel sebesar 3,84 dengan derajat kebebasan (dk) = (N-1) = 2-1 = 1, dan taraf signifikan 1-α = 0,95. Maka, diperoleh X2hitung < X2tabel (2,39<3,84). Dapat disimpulkan bahwa data tersebut mempunyai varians yang sama atau homogen.
Untuk melihat perbedaan hasil kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, digunakan uji-t. Selanjutnya, data tersebut dibandingkan dengan nilai kritis pada tabel. Kriteria pengujian hipotesis ini ialah tolak H0 jika thitung > ttabel. Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa thitung = 8,84 dan ttabel = 1,67 dalam taraf nyata 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Time Token dengan media kartu ekspresi berpengaruh terhadap hasil belajar membacakan berita kelas VIII SMPN 151 Jakarta Utara. Hasil belajar membacakan berita siswa lebih baik  setelah menggunakan metode time token dengan media kartu ekspresi.

Kesimpulan
Kelas eksperimen mampu membacakan berita dengan baik. Dalam pembelajaran, metode time token dengan media kartu ekspresi meliputi tujuh tahap, yaitu guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD, guru mengondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi dengan membentuk siswa menjadi 7 kelompok, siswa diberi sejumlah kartu ekspresi, siswa maju untuk membacakan kartu tersebut di depan kelas, penyerahan kartu ekspresi yang sudah dibacakan, siswa yang telah habis kartunya tidak boleh tampil lagi, dan setiap kelompok menebak ekspresi yang diungkapkan oleh teman yang lain. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria penilaian yang didasarkan pada komponen-komponen membacakan berita, yaitu membacakan berita dengan lafal, tekanan, dan intonasi yang tepat dan benar, volume yang lantang, berani, lancar, dan mimik dan gestur yang wajar dan sesuai dengan teks berita. Berdasarkan uji analisis, sampel berdistribusi normal dan data bersifat homogen. Metode time token dengan media kartu ekspresi berpengaruh positif terhadap pembelajaran membacakan berita. Terdapat enam aspek peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam membacakan berita.






2 komentar:

KEBULAN mengatakan...

Jannah telah membuat artikel jurnal ilmiah dari skripsi namun tidak mencantumkan sumbernya.
Pembahasan/pengembangan yang Jannah buat sudah sesuai dengan mindmap.
Pokok-pokok permasalahan yang dikembangkan sudah tergambar dengan jelas yang dibalut dengan penggunaan bahasa yang formal namun tetap mudah dipahami.

FIFY FILDZAH HABIBAH (2115091110)
3-B

KEBULAN mengatakan...

Jannah telah membuat jurnal ilmiah tanpa menulis daftar pustaka. jadi, jannah seperti menulis jurnal tanpa berdasarkan sumber.
Namun, mind map yang dibuat oleh Jannah sudah sesuai dengan pengembangannya.
struktur pengembangan yang dibuat oleh Jannah juga sudah cukup baik.
Secara keseluruhan, jurnal ilmiah yang dibuat oleh jannah dapat dipahami dan dilihat manfaatnya.

Umi Chairunnisa (2115091854)
3B